24
Aug
10

Lift

Pesawat yang mungkin beratnya berton-ton dapat melayang dan ber-manoever ria di atas,sangatlah mustahil dilakukan jika tidak ada gaya angkat yang besar. Dalam ilmu aerodynamic,gaya angkat tersebut kita namakan lift. Nah untuk mengangkat pesawat yang mempunyai berat (weight) ditambah gravitasi,berarti membutuhkan gaya angkat (lift) yang lebih besar daripada berat pesawat itu sendiri. Kita tahu bahwa pesawat menggunakan hukum bernoulli’s. Dimana jika hubungan antara Velocity (kecepatan) berbanding terbalik dengan Pressure (tekanan). Jika kecepatan tinggi maka pressure nya akan turun,begitu juga sebaliknya. Hukum tersebut digunakan dengan kombinasi dari bentuk wings (sayap) dari pesawat terbang itu sendiri.

Jika dilihat dalam gambar,maka bagian atas wing lebih cembung daripada bagian bawah wing. Ini diperuntukan agar velocity/kecepatan aliran udara dibagian atas pesawat lebih cepat dibandingkan bagian bawah pesawat. Karena kecepatan aliran udara bagian atas wing lebih cepat daripada bagian bawah,sesuai hukum bernoulli bahwa pressure dan kecepatan berbanding terbalik. Maka pressure bagian atas pesawat lebih kecil dibanding pressure bagian bawah wing. Tekanan atau gaya inilah yang mengangkat pesawat hingga bisa terbang. Konsep inipun digunakan untuk semprotan nyamuk dan wing belakang pada mobil balap F1.

Sesuai dengan rumus lift,maka kita lihat bahwa lift sangat dipengaruhi oleh kecepatan (aliran udara) karena itu untuk V berpangkat 2. Lift pun dipengaruhi oleh coeficient lift (CL). Surface (permukaan) dari wing itu sendiri,apakah kasar atau halus. Untuk CL atau coeficient lift,ada beberapa faktor yang mempengaruhi,diantaranya:

1. Angel of attack
Center pressure dan seperated point bergerak ke depan dibarengi oleh meningkatnya Angel of Attack.

2. Bentuk dari wing itu sendiri,meliputi:
a. Leading edge radius
Semakin besar leading edge dari wings semakin lama pesawat untuk stall

b. Camber
Yaitu garis tengah yang membagi upper surface dan lower surface wings.

c. Aspec ratio
Perbandingan antara panjang dan lebar wing. Semakin besar aspect ratio,semakin besar CL namun semakin cepat masuk ke kondisi stall.

d. Sweepback
Bentuk atau type wing pesawat

e. Surface condition
Kondisi permukaan dari wing.

3. Reynold number
Reynold number ini sebenarnya berkaitan dengan besarnya radial leading edge wing,seperti tadi dijelaskan bahwa semakin besar radial leading edge maka semakin besar coeficient lift nya.

4. Mach number
Mach number akan lebih dijelaskan pada artikel sesudahnya ini.

Advertisements

0 Responses to “Lift”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




August 2010
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Rated

Top Rated

Blog Stats

  • 117,330 hits
Advertisements

%d bloggers like this: