Archive for September, 2010

27
Sep
10

Argo Parahyangan

Hari sabtu kemarin sahabat karib saya melangsung kan pernikahan,dengan mengambil tempat di gedung siliwangi, Cimahi. Dan hari itu bertepatan pula dengan Airshow yang ada di Bandar udara Husein sastranegara. Karena hari itu saya juga belum mendapatkan schedule,maka saya dan teman-teman berniat janjian untuk bertemu di Bandung. Sebenarnya untuk transportasi Jakarta-Bandung dewasa ini tidaklah begitu sulit seperti jaman dulu. Karena sekarang,sudah ada begitu banyak travel yang melayani jalur Jakarta-Bandung. Sebut saja,cipaganti tour,Xtrans, Daily trans dsb. Namun,saya belum pernah sama sekali mencoba untuk ke Bandung dengan menggunakan kereta. Dan yup,hari itu saya sudah bulat tekad untuk mencoba ke Bandung menggunakan jasa kereta.

Layanan kereta untuk jalur Jakarta-Bandung disediakan oleh Argo parahyangan. Kereta yang dahulu nya merupakan gabungan antara KA Argo Gede dan KA Parahyangan diresmikan oleh PT. KA Daop II Bandung pada tanggal 27 April 2010. Sebelum digabung KA parahyangan ini hanya melayani kelas ekonomi untuk jalur Jakarta-Bandung. Namun karena jumlah penumpang terus menurun pasca dibangunnya tol Cipularang,maka tidak ada pilihan lain selain menggabungkan dengan KA Argo Gede yang dahulu nya melayani kelas eksekutif untuk jalur Jakarta-Bandung. KA Argo Parahyangan menyediakan 6 gerbong (yang akan ditambah jika quota penumpang meningkat). Frekuensi perjalanan Argo Parahyangan 7 kali pada hari biasa dan 8 kali pada akhir pekan dan libur.

Untuk naik Argo parahyangan,anda harus melalui statiun Gambir. Kereta KA Argo Parahyangan ini mempunyai tarif Rp 65.000 untuk kelas eksekutif dan Rp.55.000 untuk kelas bisnis. Perbedaanya adalah,jika kelas eksekutif dilengkapi dengan pendingin (AC) dan kelas bisnis anda hanya mendapatkan kipas angin. Untuk layanan diluar dari harga tiket,anda bisa mencicipi makanan yang disediakan oleh kereta KA Argo Parahyangan. Kali itu saya mencicipi beef steak ala KA Argo Parahyangan. Cukup Rp. 25.000 saja,yang berisi daging,telor ceplok,kentang dan sayuran. Anda juga bisa memesan nasi goreng dengan harga Rp. 16.000 dan jg nasi rames dengan harga Rp. 17.000. Dan jangan lupa untuk membeli minuman segar untuk makan anda. Perjalanan via pegunungan priangan bagian barat ditempuh dengan waktu rata-rata 3 jam 15 menit.

Advertisements
24
Sep
10

ILS

Salah satu cara aproach pesawat terbang untuk mendarat di sebuah bandara adalah dengan menggunakan ILS aproach. ILS aproach termasuk precision aproach,berbeda dengan NDB atau VOR aproach yang termasuk non-precision aproach. Yup,dari namanya mungkin anda sudah tau bahwa precision aproach dimaksudkan agar pesawat melakukan aproach secara presisi. ILS menggunakan gabungan sinyal radio,yang satu menyediakan lateral guidance (localizer) dan yang lain adalah vertical guidance (glide slope). Biasanya ILS equipment ini ditempatkan diluar dari runway dengan beberapa antena yang di transmit kan menggunakan 1 dari 40 channel antara 108.10Mhz sampai 111.95Mhz.

Prinsip kerja dari ILS adalah kombinasi antara localizer dan glide slope atau glide path. Localizer adalah yang membuat pesawat centerline dari runway. Sehingga pesawat tidak miring ke kiri atau ke kanan dari runway. Cara kerja dari localizer adalah perbedaan frequecy yang dimodulasi. Yang satu dimodulasikan 90Hz yang lainya dimodulasikan 150Hz. Localizer penerima yang ada di pesawat menangkap perbedaan itu maka dapat dideteksi apakah suatu pesawat condong ke kanan atau ke kiri. Sama hal nya dengan Glide slope atau Glide path. Bekerja pada kisaran frequency 329.15MHz sampai 335 MHz dapat mengetahui apakah pesawat terlalu rendah atau terlalu tinggi dari thrusthold. Kombinasi localizer dan glide slope inilah yang membuat pesawat dapat mendarat tepat di touch down zone (mengabaikan faktor wind,weather).

ILS mempunyai beberapa kategori,dilihat dari decision altitude dan runway visual range dibagi beberapa kategori:

  • Kategori I (Cat I): Instrument approach dan landing dengan decision height tidak kurang (rendah) dari 200feet diatas touchdown zone elevasi; visibility tidak kurang dari 800m; Rvr (runway visual range) tidak kurang dari 550m.
  • Kategori II (Cat II): Instrument approach dan landing dengan decision height lebih rendah dari 200feet diatas touchdown zone elevasi tetapi tidak lebih rendah dari 100feet; Rvr tidak kurang dari 300m.
  • Kategori III (Cat III) dibagi menjadi:

  1. Kategori III A: Instrument approach dan landing dengan decision height lebih rendah dari 100feet diatas touchdown zone elevasi; Rvr kurang dari 200m
  2. Kategori III B: Instrument approach dan landing dengan decision height lebih rendah dari 50feet diatas touchdown zone elevasi; Rvr kurang dari 200m tetapi tidak kurang dari 75m
  3. Kategori III C: Instrument approach dan landing dengan tanpa batasan rendahnya decision height dan batasan Rvr, kategori ini belum dipakai di negara manapun. Saat ini masih kategori III B yang terbaik,biasanya digunakan di airport Eropa atau US.

20
Sep
10

Fokker – 28

Selesai sudah saya menyelesaikan simulator Fokker-28 yang merupakan salah satu proses bridging (jembatan) antara pesawat propeller dan jet engine. Bertempat di GITC (Garuda Indonesia Training Center),simulator berlangsung selama 6 jam terdiri dari 1jam pre brifing 4jam simulator (bergantian dengan tandem) dan 1jam post brifing. Kebetulan saya tandem dengan nanette vega untuk simulator ini. Simulator terdiri dari 5 sesi. Sesi pertama merupakan perkenalan ttg pesawat,belajar handling pesawat. Sesi kedua adalah normal take off,airwork (steep turn) dilanjut dengan sesi 3 sampai 5 melakukan SID Juanda,approach dan engine failure.

Perbedaan mendasar dari pesawat jet engine dan pesawat propeller adalah power dan reaksi dari pesawat itu sendiri. Dalam jet engine,reaksi aircraft terhadap power adalah sedikit delay. Tidak seperti pesawat propeller yang sangat cepat dalam reaksi baik dalam power dan bank angel pesawat itu sendiri. Fokker 28 ini merupakan pesawat twin engine,produk dari 3 perusahaan eropa yaitu Fokker dari Belanda, MBB dan Fokker-VFW dari Jerman,serta Short Brother dari Inggris. Dalam proses produksinya,Fokker bertugas merakit dan mendesign bagian hidung pesawat,bagian dalam sayap dan badan pesawat tengah. Perusahaan Jerman bertugas mendesain dan membangun badan pesawat bagian depan,serta ekor pesawat. Short Brother sendiri mendesain dan merakit bagian luar pesawat. Perakitan Fokker 28 dilakukan di Bandara International Schipol,Amsterdam.

Garuda Indonesia salah satu airline yang paling banyak mengoperasikan Fokker 28 ini. Sejumlah 62 pesawat sejak tahun 1971 hingga April 2001 dioperasikan guna mencakup seluruh daerah Indonesia dalam 1hari. Pembelian oleh direktur Garuda pada waktu itu,Wiweko soepono dimulai tahun 1969-1970. Sejumlah 8 calon pilot,2 calon co-pilot serta seorang flight engineer dikirim ke Amsterdam untuk pelatihan. Pesawat Fokker 28 pertama untuk Garuda Indonesia (PK-GJZ) diterbangkan dari bandara Schipol,Amsterdam menyinggahi Teheran,Karachi,Kalkuta,Bangkok sampai dibandara udara Kemayoran,Jakarta 11 Agustus 1971 pukul 10 pagi.

10
Sep
10

Idul Fitri

Akhirnya takbir mengumandang diseluruh masjid,ketupat betebaran menghiasi setiap meja makan,opor dan sambal ati pun tidak lupa ketinggalan. Yup,tanda dari lebaran sudah tiba. Setelah selama 30hari kita menahan hawa nafsu,menjaga sikap dan perkataan. Dan berlatih untuk menjadi pribadi yang baik. Maka saatnya kita merayakan semua itu dengan berkumpul dengan keluarga. Saat ini hari jumat tanggal 10 September 2010,seluruh umat muslim dunia merayakan hari besar Idul Fitri. Idul Fitri diyakini sebagai kembali fitrah seseorang menjadi seperti bayi yang baru lahir.

Idul Fitri biasanya dimulai dengan shalat ied 2 rakaat,yg dimulai sekitar pukul 07.00 pagi. Dilanjutkan oleh ceramah,dan selesai sekitar pukul 07.30 pagi. Selesai shalat,umat muslim biasanya berkumpul dengan keluarga dan saling maaf-maafan. Dan ada yang berziarah dan ada yang mengadakan open house. Namun ada yang sangat ironis dalam lebaran ini yaitu macetnya jalanan ibukota setelah shalat Ied. Macetnya jalanan tidak hanya terjadi di Ibukota saja,namun jalan antar kota pun terjadi kemacetan. Sudah merupakan suatu tradisi orang untuk “pulang kampung” pada saat Lebaran walau harus berdesak-desakan dalam angkutan umum dan ber macet-macet ria.

Ada satu hal lagi yang merupakan kebiasaan atau hal yang mungkin rutin dilakukan oleh umat muslim pada saat Lebaran yaitu nyekar. Nyekar yang artinya mengunjungi makam baik itu sodara atau orang tua yang sudah mendahului kita meninggal dunia. Pada saat ini biasanya TPU dijakarta sangat padat dan penuh oleh orang-orang. Begitu juga keluarga saya,kami sekeluarga harus menempuh seharian untuk mengunjungi makam mbah buyut serta kakek saya yang berada di TPU karet dan TPU pulo gadung. Kebiasaan dan habit memang sulit untuk dihilangkan,tapi selama masih enjoy atau menikmati indahnya Ramadhan tidak ada salahnya untuk dilakukan.




September 2010
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Rated

Top Rated

Blog Stats

  • 114,967 hits
Advertisements