12
Mar
11

Komentar Film “The Eagle”

Oke kali ini saya mencoba untuk memberikan komentar tentang film yang baru saya tonton jumat kemarin. Kebetulan sehabis IPT session saya mendapat 3 hari day off,langsung saja berangkat ke bioskop nonton tu film. Karena emang dari minggu kemarin saya uda penasaran dengan film the eagle. Latar belakang jaman koloni Romawi,sebuah legiun IX dari romawi yang kehilangan lambang pasukan Romawi “the eagle” (sebuah elang emas yang selalu dibawa komando dari sebuah pasukan legiun roma). Alhasil kejadian tersebut membuat malu bangsa Romawi saat itu karena “the eagle” merupakan lambang kehormatan dari pasukan legiun Romawi itu sendiri.

Semenjak tersebut Legiun IX yang dikomando oleh Flavius Aquila menjadi momok yang memalukan bangsa Romawi,untuk itu anak dari Flavius Aquila yaitu Marcus Aquila berniat untuk mengembalikan kehormatan bapaknya yang disebut-sebut melarikan diri dan menghilangkan the eagle. Setelah 20 tahun lebih Marcus aquila sudah menjadi komando yang dengan sukarela ditempatkan di British Utara tempat the eagle menghilang guna untuk mencari dimana “the eagle” tersebut.

Oke dari mulai film sampai latar belakang film sangat menjanjikan untuk ditonton bukan,namun akhir dari film tersebut sangat mengecewakan khususnya saya šŸ˜€ . Karena menurut saya ada beberapa kesalahan dari film itu termasuk keadaan yang menurut logika itu sangat sukar untuk di terima. Oke,kesalahan pertama adalah pada saat marcus berhasil mengambil the eagle namun sudah harus berhadapan dengan suku lumpur šŸ˜› . Secara logika adalah bapak nya (Flavius Aquila) saja dengan 5000 pasukan menghadapi suku tersebut keteteran bahkan kalah,mengapa marcus dan seorang budak esca dan beberapa pasukan sisa dari legiun IX yang melarikan diri ke hutan bisa mengalahkan suku yang sama dan MENANG ????

Kedua,ada scene dimana esca meninggalkan Marcus karena marcus sudah tidak bisa berjalan. Muka Marcus pun sudah pucat karena kelelahan kekurangan darah serta letih lari dari suku lumpur tersebut. Namun kenapa pada saat bertarung muka kembali segar dan bersemangat ??? Ketiga pada saat pertarungan berlangsung dimana kedua belah pihak saling membunuh dan membantai,kenapa pada saat pemimpin suku barbar lumpur terbunuh lantas pertarungan langsung selesai??? Bukankah masih banyak pasukan suku barbar lumpur yang masih berdatangan ???

Dan yang terakhir,kenapa tiba-tiba kaki marcus bisa sembuh dan bisa berjalan dengan normal ??? Oke disini saya bukan sok perfeksionis namun COME ON,ga semua film bisa diakhiri dengan happy ending kan?? Dan ga semua jalan sesuai yang anda mau akhiri. Mungkin lebih bagus kalo Marcus mati saat mempertahankan the eagle dan tetap Legiun IX menjadi misteri dari seluruh Legiun pasukan Romawi.

Advertisements

0 Responses to “Komentar Film “The Eagle””



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


March 2011
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Rated

Top Rated

Blog Stats

  • 114,967 hits
Advertisements

%d bloggers like this: