Archive for the 'About flying' Category

26
Sep
11

Refueling ….

Fuel atau bahan bakar adalah dalah satu faktor yang menunjang kelancaran penerbangan. Tapi pernah kah anda tahu bahwa ada beberapa perarturan dalam pengisian bahan bakar untuk pesawat terbang. Untuk Garuda Indonesia,mereka memiliki beberapa peraturan atau procedure yang harus dipatuhi dalam pengisian bahan bakar di setiap pesawatnya. Berikut adalah yang ingin saya sharing kepada anda beberapa procedure dalam pengisian bahan bakar.

  • Untuk pengisian pesawat boeing 737-800NG tempat pengisian bahan bakar,terdapat dibawah sayap sebelah kanan. Untuk jenis bahan bakar,Garuda Indonesia menggunakan jenis bahan bakar jet engine A-1 dan hanya boleh diisi oleh petugas yang memiliki sertifikasi sebagai Ground Staff. Untuk bahan bakar jet engine A-1 memiliki freezing point -47c.
  • Untuk refueling pada malam hari,penerangan pada mobil tanki dan daerah sekitarnya harus memiliki pencahayaan yang bagus,jika aerodrome setempat tidak memiliki fasilitas yang bagus maka,external light pada pesawat harus digunakan semua.
  • Refueling pada saat thunderstorm atau cuaca yang buruk seperti kilat atau badai,tidak diperbolehkan
  • Sama hal nya jika kita sedang isi bensin untuk mobil,maka handphone dan alat-alat elektronik lainnya dihindarkan karena dapat menyebabkan kebakaran pada fuel.
  • Untuk mobil tanki diusahakan tidak menghadap direct langsung pada pesawat,atau dengan kata lain mobil tanki tersebut harus berlawanan arus dengan direct pesawat.
  • Untuk pengisian dengan penumpang didalam pesawat (refueling with passangger on board) maka terdapat ketentuan-ketentuan lainnya yang harus dipatuhi oleh cockpit crew dan cabi yaitu :
  1. Setidaknya ada satu cockpit crew standby di cockpit untuk berhubungan langsung dengan orang ground
  2. Fasten seat belt harus posisi off
  3. Cabin belakang harus siaga untuk proses evakuasi jika dibutuhkan pada saat emergency
  4. Pintu untuk proses evakuasi harus clear
  5. Dan terakhir adalah semua cabin harus di brifing oleh cockpit untuk selalu siaga jika terjadi emergency.

Itulah beberapa hal yang mungkin perlu anda ketahui tentang proses refueling pada pesawat,semoga bermanfaat bagi anda.

31
May
11

Serba-serbi Captain

NG adalah sebutan untuk model pesawat 737-800 di Garuda. Karena Garuda masih mempunyai beberapa pesawat 737-300/400/500 yang sering disebut classic. Sedangkan NG sendiri adalah kepanjangan dari Next Generation.

Perjalanan ke Djogyakarta

Capt: sebelah sana nya jogja madiun abs itu surabaya dan malang.

Siswa : Ooo jadi klo ron (nginep) di surabaya bisa langsung ke malang donk ya Capt ??

Capt : iya,tp malang tuh pake NG loh

Siswa : masa sih Capt?? Ada route NG ke malang??

Capt : Yee,beneran malang tuh pake NG.

Siswa : (tetep g percaya)

Capt : ya klo ga pake NG,jadi mala, sama kaya padang pake NG klo ga pake jd “pada”

-___________-” hadeh jayus kok di cockpit capt ….. ga sadar apa kalo ini direkam di black box ???

01
May
11

Flight plan …

Pernah kah anda berpikir darimana seorang pilot maskapai penerbangan mengetahui berapa banyak fuel (bahan bakar) yang diperlukan untuk sampai ke destinasi nya. Atau jalur manakah yang harus ia tempuh untuk sampai ke tujuan. Sebenarnya tugas seorang pilot dewasa ini sudah dipermudah dengan adanya flight plan. Flight disini mencakup semua data yang diperlukan seorang pilot untuk 1 kali route. Dan flight plan tersebut hanya berlaku untuk 1 kali route saja.

Dalam flight plan,terdapat estimasi berapa penumpang yang akan boarding ke pesawat,bagasi dan juga cargo. Tidak lupa berapa fuel yang diperlukan untuk ke tempat tujuan ditambah fuel untuk ke alternate airport jika bandara tujuan sedang tidak berfungsi. Semua itu diperlukan pilot untuk menghitung berapa besar MTOW (Minimum Take-Off Weight) pesawat. Pilot juga harus menghitung berapa besar fuel burn atau bahan bakar yang digunakan selama perjalanan,ini dimaksud agar pilot dapat menghitung juga berapa besat MLW (Minimum Landing Weight).

Dalam flight plan terdapat route-route mana sajakah yang harus dilewati oleh pesawat sesuai dengan lalu lintas udara,lengkap dengan waypoint. Tidak lupa route mana saja yang harus ditempuh jika harus terbang ke alternate airport (Emergency). Untuk urusan weather report,flight plan hanya menampilkan arah dan kecepatan angin tiap-tiap waypoint saja. Lebih lengkap nya pilot harus meng up-date weather condition pada METAR atau TAFOR . Lebih jelasnya membaca flight bagi seorang pilot (Garuda Indonesia Airline) dijelaskan dalam B.O.M (Basic Operation Manual).

29
Apr
11

Cumolonimbus

Kalau ditanya setiap penerbang entah ia masih siswa flying school atau sudah senior captain bar 4 sekalipun,type awan manakah yang paling mengerikan? Pasti jawabnya adalah type awan cumulonimbus. Yup,jangan meremehkan awan jika anda seorang penerbang,karena ternyata awan jenis inilah yang paling ditakutkan oleh tiap penerbang. Awan cumulonimbus bisa mempunyai ketinggian hampir 75.000 feet dari ceiling bawahnya. Awan jenis ini lah yang memproduksi dari mulai Lighting atau petir,hujan deras,windshear sampai hail atau bongkahan es (sebesar bola baseball).

Awan cumulonimbus bisa berdiri sendiri atau bisa ikut barisan dengan awan-awan cumulus dan yang lebih menyeramkan lagi awan cumulonimbus bisa membentuk barisan dengan awan cumulonimbus lainnya (biasanya didaerah low pressure). Awan cumulonimbus mempunyai 3 stage dalam pembentukannya.

Stage pertama,adalah pembentukan atau towering. Sebenarnya awan cumulonimbus berasal dari awan cumulus yang kemudian membesar secara vertikal menjadi awan cumulonimbus yang hampir menyerupai sebuah jamur. Pada stage ini biasanya ditandai dengan panasnya dipermukaan darat sehingga membuat aliran udara panas naik ke udara.

Stage Kedua,bisa disebut Mature (dewasa). Yup dewasa bisa diartikan bahwa pada stage ini awan cumulonimbus sudah ada difase dimana didalam awan tersebut tersimpan uap air yang banyak,lighting,dan juga hail. Dalam stage ini di dalam awan cumulonimbus aliran udara panas dan aliran udara dingin naik turun secara acak .Bayangkan jika anda pesawat masuk ke awan tersebut,yang pasti melintir dengan sukses 🙂

Stage Ketiga adalah dessipating. Pada stage ini bisa dikatakan bahwa awan cumulonimbus sudah “pecah”. Biasa nya ditandai oleh ujan deras dan petir. Untuk penerbang stage dessipating ini juga fase yang mengerikan,karena jika awan cumulonimbus “pecah” disekitar runway atau landasan,dapat menghasilkan windshear atau microburst yang mengakibatkan kecelakaan (pesawat lockheed pada airport Dallas tahun 1985).

Tapi untuk windshear,pada boeing 737-800NG dilengkapi system EGPWS (Enhanced Ground Proximity Warning System) yang bisa mendeteksi adanya windshear dan cuaca buruk. So jika ada awan cumulonimbus atau windshear,jika anda seorang penerbang,ya hanya satu,yaitu : ……….. kabuuuuurrrr !! 😀

23
Apr
11

Fuel System Boeing 737-800NG

Pada boeing 737-800NG fuel system terbagi atas 2 bag yaitu main tank (primer tank) dan center tank. Main tank terdapat di bagian kedua wing dan center tank terdapat pada bagian fuselage pesawat itu sendiri. Main tank untuk boeing 737-800NG mempunyai kapasitas 3915kg,sedangkan pada bagian center tank mampu menampung sampai 13066kg. Dengan fuel burn atau fuel consumption 3200liter nya. Untuk tempat refuel nya terdapat di bagian bawah wing kanan.

Panel fuel pada cockpit bisa ditemukan pada forward left overhead. Fuel untuk APU,juga diatur di panel fuel tersebut. Panel ini mengatur ke 6 pompa pada system fuel yaitu 2 pompa center tank dan 4 pompa main tank (2 pompa forewad main tank dan 2 pompa aft main tank). Pada system fuel terdapat check valve,berguna untuk mencegah fuel kembali ke tank. Pompa center tank 1 serta pompa forward dan aft 1 bertugas untuk mengalir kan fuel untuk engine no 1 begitu pula dengan pompa center tank 2,forward dan aft pompa bertugas mengalir kan fuel ke engine no2.

Pada system dilengkapi crossfeed valve yang bertugas untuk mengcross aliran fuel dari main tank no 2 ke engine no 1 (biasanya pada engine fail yang mengakibatkan imbalance pada tanki fuel). Pengaturan crossfeed fuel diatur pada Suplement procedure. Sebelum masuk ke chamber combustion,fuel harus melalui 2 valve yaitu Engine valve dan spar valve. Valve ini diatur pada engine start lever yang merupakan area resposibility captain pada posisi stationery (ground)

Fuel itu sendiri mempunyai maksimum dan minimum temperatur,besar minimum temperatur untuk fuel adalah -43C dan untuk maksimum temperatur adalah 49C. Pengaturan tentang banyaknya fuel diatur masing-masing company airline. Pada Garuda Indonesia,fuel policy dapat anda temukan pada BOM (Basic Operating Manual). Untuk ukuran sebuah perusahaan penerbangan Fuel memang sangat riskan karena berhubungan langsung dengan profit atau tidak nya suatu perusahaan penerbangan.

16
Apr
11

Serba-serbi sopir Jemputan

Perjalan lalu menuju tempat simulator,karena bosan dan sepi di mobil. Terbesit pikiran untuk cari bahan omongan dengan sang sopir jemputan.

Saya   : pak,kalo rumahnya jauh biasanya 2jam sebelumnya udah di rumah captain ya ???

Sopir  : Yah,tergantung juga rumahnya dimana,waktu itu saya pernah juga report time nya tinggal setengah jam lagi.

Saya   : Wuah bisa telat donk?? Pasti udah kaya pembalap tuh ya dijalan tol.

Sopir : Iya tabrakan lagi saya mas waktu itu tol dalam kota daerah grogol

Saya  : waduh gimana tuh ??

Sopir : untungnya yg saya tabrak FO ama pacarnya dan mobilnya juga udah diasuransiin jadi dia bilang ga papa.

Saya  : kena apanya pak??

Sopir : dia kena bemper belakang,saya nya kena bag depan. Penyok trus kena radiatornya juga mas

Saya  : Trus gimana?? Lanjut ???

Sopir : Ya iyalah,uda telat gt mas. Tapi sepanjang jalan saya liatin itu indikator mesinnya. Saya takut mesinnya OVERHEAD aja .

-________________-”   maksud bapak overheat kali ya pak ????

16
Apr
11

Serba-serbi Captain ….

Sehabis saya prof check untuk licence boeing 737-800 NG,maka selanjutnya ada 2 sesi simulator lagi yaitu: matrix dan circuit. Jam 10 pagi WIB instruktur saya datang,dengan tampang sedikit serius dia melihat progress file saya dan patner tandem saya. tidak lebih dari jam 11 pagi kita sudah berada di ruang simulator.

Untuk circuit jet engine diharuskan maintain 1500 feet untuk downwind,dan decent base leg dilanjutkan ke posisi final. Karena kurang pengalaman dalam jet engine,seperti biasa untuk maintain 1500ft perlu waktu untuk membiasakan diri pitch dan thrust nya.

Instruktur      : maintain 1500 ft

Tandem saya : siap capt!

Instruktur       : maintain donk 1500ft,kok maintain 1600ft sih

Tandem saya  : Siap capt!!

Instruktur       : Kamu bisa maintain 1600ft kenapa ga bisa maintain 1500 ft ?? …..

Dengan pelan tandem saya sambil menunjukan altimeter sang captain

Tandem saya  : Capt,QNH nya beda …

Instruktur        : Emg berapa?? 1013 kan ??

Tandem saya   : bukan capt,1010 …..

Instruktur         : oooo …..

Pantes beda     -_____________-“