Posts Tagged ‘bali international flight academy

13
Aug
10

Irma djohan

Ada satu orang CEO dari Bali International Flight Academy (BIFA) yang mungkin spesial dibandingkan CEO lainnya. Dikarenakan beliau memang lebih membaur atau dekat secara langsung dengan anak-anak BIFA. Beliau juga secara tidak langsung berjasa untuk menampung aspirasi anak-anak BIFA dalam memajukan fasilitas campus BIFA. Sebut saja lapangan basket,ruang fitnes,entertaiment di cafetaria plus tidak lupa swimming pool serta joglo untuk bersantai atau sekedar main pingpong (tenis meja). Walau mempunyai watak keras namun beliau lebih openmind dalam segala hal,karena itu juga anak-anak BIFA lebih gampang berkomunikasi langsung dengan beliau.

Yup beliau yang saya maksud adalah Irma Djohan. Anak kandung dari pengusaha terkenal Robby Djohan yang dahulunya pernah menjabat sebagai direktur utama PT. Garuda Indonesia. Lahir tanggal 11 Juni,berbekal kuliah jurusan banking di STEKPI berlanjut dengan jurusan Master Commerce in Finance di University of New South Wales. Langsung dipercaya untuk mengelolah BIFA untuk lebih maju. Posisi Irma Djohan adalah Chief Operating Officer di BIFA ini. Penggemar movie dan travelling ini,mempunyai favorit quote “being bitch has it advantages”. Wow ngeri sekali juga quotes nya.

Anyways,untuk anak-anak BIFA yang masih melaksanakan pendidikan di buleleng Bali,best suggest adalah jika anda menemui kendala atau ingin melampiaskan kreativitas anda di buleleng,mungkin orang ini tepat untuk anda temui. Tapi hati-hati,salah-salah anda komplain akan sesuatu,maka cap “cry baby” akan melekat pada diri anda. Hahaha. And last but not least,mogas is as safe as avgas. Hahay.

09
Aug
10

My graduation day

Akhirnya pengesahan saya untuk lulus dari BIFA telah dilaksanakan. Bertempat di kediaman bupati buleleng singaraja Bali,tanggal 7 Agustus 2010 di hadiri oleh kepala operasional Garuda Indonesia Capt.Ari sapari,dan juga bupati buleleng Drs. Putu Bagiada. Dan tidak lupa direktur utama BIFA,bapak Robby djohan beserta staf dan para instruktur BIFA. Dan last but not least,my brother (teman sejawat) batch 3 dan batch 4 yang rela berpanas-panas ria ditenda untuk menghadiri upacara pengesahan kelulusan saya beserta batch 2 dari BIFA. Sebenarnya ada cerita lucu dan menarik sebelum saya hadir dalam graduation day. Rencana saya adalah H-2 graduation,saya sudah berada di bali untuk siap-siap. Tapi kenyataan berkata lain,tgl 5 agustus saya masih berada dalam waiting list penumpang salah satu airlines. Sampai menunggu sekitar jam 9 malam,kami (saya dan kedua orang tua) tetap tidak mendapatkan tiket. Akhirnya kami pulang untuk mencobanya kembali esok hari.

Besoknya,kami sengaja dari rumah jam 4 pagi,untuk mengejar flight pertama 6.15wib. Tapi apa mau dikata,sesampainya disana terjadi kejadian yang mengesalkan. Yup,mati lampu! Alhasil data-data waiting list tidak bisa diproses,dan anda bisa tebak sendiri. Betul,saya tidak jadi naik flight pertama. Saya menunggu dan pasrah,saya pun sudah ikhlas jika tidak harus ikut dalam graduation day. Tiba-tiba,sekitar jam 10.30wib saya mendapatkan tiket,tapi hanya untuk 2 orang. Walhasil saya dan ibu saya yang berangkat ke Denpasar,Bali. Sebelum boarding,saya memesan hotel untuk menginap di lovina.

Hari pun telah tiba,didahului oleh basa-basi dengan kawan-kawan. Tidak lupa untuk bertemu sapa dengan sodara-sodara batch 3 dan batch 4,dimulai lah acara. Di awali dengan penyematan wing CPL oleh instruktur,kami maju ke panggung 5 orang disusul 5 orang berikutnya. Acara pun di meriah kan oleh nyanyian yang disuguhkan oleh 2 orang teman saya xyzquo dan michael. Mereka menyanyikan lagu bunda dan time of my live. Acara pun selesai,kini giliran berjabat tangan dengan orang-orang dan berfoto ria dengan instruktur,orang tua,kawan-kawan. Sungguh emosional hati ini jika saya kenang kembali moment tersebut. Setelah 1tahun lebih saya bekerja sama dengan mereka,tinggal dalam 1 kawasan dan juga sharing cerita-cerita.

Akhirnya sebelum kembali ke Denpasar,Bali. Saya menyempatkan foto-foto dengan saudara-saudara saya batch 3 dan batch 4. Tanpa dukungan mereka saya belum tentu bisa melalui tahap ini. Dan juga rasa terima kasih saya kepada instruktur dan chief instruktur. Dan elemen terpenting dalam hidup saya orang tua saya. Sekarang saya sudah menjadi alumnus Bali International Flight Academy. Tinggal menatap untuk di Garuda airlines.