Posts Tagged ‘boeing 737-800NG

02
Apr
11

Flight time

Bagaimana cara mendeteksi umur pesawat ?? Atau bagaimana mendeteksi seberapa pengalaman nya pilot suatu pernerbangan itu sendiri ?? Sebenarnya mendeteksi umur pesawat bukan pada lamanya pesawat itu dari mulai selesai diproduksi sampai hari ini,melainkan dilihat dari jam terbang atau airbone time yang dicatat oleh pilot itu sendiri.  Sama hal nya kaya mobil,jika anda punya mobil dengan tahun pembelian lama,tapi jarang sekali dipakai. Karena itu lebih akurat jika menghitung dari berapa kilometer mobil itu sudah berjalan.

Airbone time adalah jam terbang yang dihitung setelah pesawat itu lepas landas atau take-off dan berhenti pada saat pesawat telah landing. Airbone time ini sangat berguna sekali untuk para teknisi atau maintenance pesawat terbang. Dengan data airbone time ini maka mereka bisa menilai part mana saja dari pesawat itu yang harus diganti atau di overhaul.

Begitu pula flight time,jam terbang ini memegang peranan penting juga dalam penerbangan khususnya untuk karir sang penerbang itu sendiri. Dengan flight time itu sendiri,kita bisa menilai seberapa pengalamannya sang penerbang,bahkan jika seorang penerbang ingin meng-upgrade menjadi captain atau berpindah ke aircraft jenis wide-body,maka jam terbang ini lah yang menjadi parameter layak atau tidaknya penerbang tersebut untuk ke sana.Flight time atau jam terbang dihitung pada saat pesawat tersebut akan memulai taxi sampai pesawat itu masuk kembali ke terminal dan pasang parking brake.

17
Mar
11

Cabin pressurization

Pernah kah anda bertanya mengapa jika anda naik pesawat dan terbang 20.000kaki diatas permukaan laut bahkan lebih,anda masih bisa nyaman untuk bernafas dan tidak mengalami hypoxia ?? Kalau mengingat pelajaran fisika pada saat SD mungkin anda sudah mengetahui bahwa peningkatan ketinggian dari permukaan laut maka tekanan udara makin kecil dan udara (O2) makin menipis.

Batas manusi untuk bisa bernafas secara normal adalah adalah 10.000kaki diatas permukaan laut,lebih dari ketinggian tersebut maka manusia bisa mengalami hypoxia dan gangguan dalam lainnya. Karena udara (O2) tipis maka otak pun kekurangan supply darah mengakibatkan tidak bisa berpikir cepat (lemot :D) bahkan bisa pingsan. Lah trus bagaimana kita bisa aman-aman saja pada saat naik pesawat??

Untuk pesawat boeing 737-800NG,pesawat ini dilengkapi oleh pengaturan tekanan di dalam cabin agar penumpang merasa nyaman walaupun pesawat ini mampu terbang optimal sampai ketinggian 41.000kaki diatas permukaan laut. Alat untuk mengontrol tekanan dalam cabin pesawat adalah Auto valve termasuk outflow and pressure relief valve.

Konsepnya begini,struktur pesawat sebenarnya tidak statis begitu saja. Struktur pesawat seperti “bernafas” dari mulai didarat/ground sampai terbang ribuan kaki diatas permukaan laut. Pada saat tekanan didalam sama dengan diluar (didarat/ground) maka tidak masalah,seiring bertambahnya ketinggian maka auto valve ini menutup katup sehingga tekanan dalam cabin bisa terjaga atau dengan kata lain tekanan di dalam cabin pesawat lebih besar daripada tekanan diluar pesawat.

Karena itu struktur dari pesawat juga dibuat sedikit lentur tidak getas,ini dimaksud agar apabila tekanan dalam pesawat lebih besar daripada tekanan diluar,struktur pesawat bisa merenggang sedikit untuk menahan tekanan dalam cabin tidak bocor. Lalu bagaimana cara memantau apakah tekanan didalam cabin pesawat lebih besar?? Didalam cockpit,pilot harus terus memonitoring tekanan dalam cabin agar tidak lebih dari 10,000feet.

Dan apabila tekanan dalam cabin bocor yang mengakibatkan tekanan dalam cabin berkurang maka dengan sendiri nya tabung oksigen penumpang akan terbuka dan alarm horn dalam cockpit menyala. Ini langsung bisa disadari oleh pilot untuk segera mengurangi ketinggian menuju paling tidak 10.000kaki diatas permukaan laut. Karena itu anda tidak perlu risau tentang perbedaan tekanan lagi bukan pada saat naik pesawat 😀

11
Mar
11

Area responsibility

Mungkin bagi anda yang awan dengan dunia aviasi bingung mengapa setiap penerbangan ada 2orang di cockpit. Mungkin anda sudah tahu juga bahwa dalam 2orang tersebut ada 1orang Captain dan 1orang FO (First Officer). Lantas buat apa 2orang tersebut jika berada dalam cockpit? Didalam cokpit sebenarnya sudah dibagi tugas masing-masing baik itu captain maupun FO. Dan untuk tugas masing-masing dibagi juga area resposibility nya.

Untuk boeing 737-800NG,pada saat pesawat berada diground maka captain lah yang bertugas sebagai pilot flying. Mengingat nose wheel steering pada boeing hanya berada di sisi kiri. Pada saat in-flight barulah posisi Pilot flying dan Pilot monitoring bisa berganti sesuai kebutuhan. Pada saat in-flight jika seorang FO menjadi pilot flying maka are responsibility nya berganti seperti ini

Karena dibagi area resposibility ini,maka setiap individu mengerti daerah atau item mana-mana saja yang menjadi tanggung jawab. Dan kemudian diterapkan disetiap procedure dalam penerbangan.