Posts Tagged ‘Boeing

28
Oct
10

Simulator Boeing 737-Classic

Dimulai dari tanggal 27 Oktober 2010 dini hari (00.00wib) saya bersama pasangan tandem saya Nanette vega mengikuti simulator untuk Boeing Classic di GITC (Garuda Training Center). Selama kurang lebih 6 jam bersama instruktur Capt. Agus pramono (chief boeing NG) kami simulator untuk automasi pesawat. Automasi pesawat adalah cara menerbangkan pesawat dengan berbantu komputerisasi,untuk meminimalisasi workload dari penerbang. Untuk itu diperlukan flight plan yang sempurna. Dimulai dari pesawat masih di ground (darat),maka kita mulai mengisi CDU (computer database unit) dengan airfield dimana kita berada diteruskan dengan airfield tujuan, waypoint, weight, altitude, sampai berapa banyak kita membawa fuel dalam pesawat. Dengan sendirinya pesawat akan mengikuti sesuai waypoint yang dimasukan CDU tersebut.

Untuk memudahkan pilot,pesawat juga dilengkapi MCP (mode control panel) dimana control panel ini,memudahkan pilot untuk mengganti heading pesawat,merubah altitude dan mesetting trhottle tanpa menggunakan control colom selama berada di atas. MCP ini berada pada dashboard dari pesawat atau berada di depan persis pilot sehingga memudahkan pilot untuk pengoperasiannya. MCP dan data flight di CDU (yang kita masukan pada saat di ground) harus sinkron. Dalam artian perintah MCP dapat mengkover data di CDU dalam hal heading,altitude,speed. Begitu pula CDU dapat juga mengkover perintah MCP. Keduanya bekerja saling berkolerasi karena itu pilot seharusnya lebih sering memonitoring dan sinkronisasi antara CDU dan MCP.

Dimulai dengan pelajaran mengisi FMS di CDU,penerbangan simulasi dari surabaya menuju cengkareng. Dalam hal ini Capt. Agus duduk disebelah kanan,saya dan vega bergantian duduk disebelah kiri. Dalam cruising ke cengkareng,kami diharuskan mensetting altitude,speed,heading dengan menggunakan MCP. Kami pun juga diharuskan untuk belajar memaintain pesawat secara manual dengan bantuan flight director. Flight director ini yang membantu pilot untuk maintain pesawat secara manual. Tidak lupa Capt. Agus meminta kita untuk melakukan steep turn. Hal yang tidak biasa bukan untuk pesawat boeing steep turn 45 degree. Akhirnya jam 05.00wib tanggal 28Oktober 2010 saya dan vega telah menyelesaikan simulator boeing classic. Selanjutnya belajar non-type.

12
Aug
10

Boeing 737-800 NG

Hari ini tanggal 12 agustus, saya dan semua batch 2 BIFA mendapatkan brifing dari Garuda Indonesia. Bertempat di Garuda City Center,sebelah gedung GSO (Garuda Sentra Operation) pada pukul 9 pagi sampai 12 siang. Disitu kami di brifing tentang bagaimana gambarannya kelanjutan training kedepannya setelah kami menyelesaikan pendidikan di flying school. Kami pun tidak semua berasal dari batch 2 BIFA saja, kami mendapatkan tambahan 6 orang dari direct entry,jadi totalnya adalah 21 orang. Dari keenam orang tersebut ada yang berasal dari aeroflyer,bekas FO salah satu maskapai yang lain. Dari brifing,kami direncanakan untuk mengikuti training Boeing 737-800 NG. Karena itu brifing langsung dipimpin oleh chief boeing 738NG, bapak Agus pramono.

Senang juga akhirnya mendapatkan Boeing 738 NG untuk training. Memang ada banyak perbedaan antara boeing classic series (737-200 ; 737-300 ; 737-400) dan boeing new generation (737-800NG). Disamping tampilan dashboard cockpit,sampai panjang dimensi serta kegunaan antara Boeing classic dan Boeing New Generation. Untuk Boeing classic tampilan instrument flying nya masih ada beberapa yang menggunakan analog (jarum). Sedangkan untuk Boeing NG,tampilan untuk instrument flying hampir dari semuanya sudah menggunakan glasscockpit. Artinya hampir semua menggunakan data digital,hanya beberapa intrument flying saja yang masih menggunakan analog untuk back-up.

Dari segi kemampuan jelas Boeing NG lebih daripada Boeing Classic, dengan mampu menempuh sampai kecepatan 0.78 Mach/440 knot (815km/h) dibanding dengan Boeing classic yang hanya mampu sampai kecepatan 0.74/420 knot (780km/h). Untuk mesin,sama-sama menggunakan mesin turbofan antara 64,4 kN sampai 117,3 kN per mesin. Untuk Boeing NG,pesawat ini mampu menempuh jarak 3.060 mil laut atau sekitar 5670 km. Untuk Boeing classic,pesawat ini mampu menempuh jarak 3.050 mil laut atau sekitar 5650 km. Dan satu hal lagi yang berbeda adalah MTOW (Max Take-Off Weight) atau berat maksimal pesawat untuk take-off atau lepas landas. Untuk Boeing NG, Maksimal Take-Off Weight dari pesawat ini adalah 79.010 kg (174.200 lb).

Sekarang kita bahas dari segi dimensi pesawat,karena faktor ini yang dapat mempengaruhi aerodynamic pesawat,kapasitas penumpang,dan lain-lain. Untuk Boeing NG dimensi panjang pesawat ini adalah 39,5 m (129,5 kaki). Jarak dari ujung sayap kiri ke ujung sayap kanan: antara 28,3 m sampai 34,3 m (93,0 kaki – 112,6 kaki) (36 m untuk sayap lawi bagi -700, -800, -900). Untuk kapasitas penumpang Boeing secara keseluruhan mampu menampung 85 hingga 189 penumpang. Semua data-data ini saya ambil dari Wikipedia,jadi jika ada kesalahan data,mohon di maafkan karena saya sendiri masih awan untuk boeing NG. Konten dari artikel ini tidak lebih dari sekedar untuk sharing hal-hal mengenai Boeing 737-800 NG.