Posts Tagged ‘Garuda indonesia

20
Sep
10

Fokker – 28

Selesai sudah saya menyelesaikan simulator Fokker-28 yang merupakan salah satu proses bridging (jembatan) antara pesawat propeller dan jet engine. Bertempat di GITC (Garuda Indonesia Training Center),simulator berlangsung selama 6 jam terdiri dari 1jam pre brifing 4jam simulator (bergantian dengan tandem) dan 1jam post brifing. Kebetulan saya tandem dengan nanette vega untuk simulator ini. Simulator terdiri dari 5 sesi. Sesi pertama merupakan perkenalan ttg pesawat,belajar handling pesawat. Sesi kedua adalah normal take off,airwork (steep turn) dilanjut dengan sesi 3 sampai 5 melakukan SID Juanda,approach dan engine failure.

Perbedaan mendasar dari pesawat jet engine dan pesawat propeller adalah power dan reaksi dari pesawat itu sendiri. Dalam jet engine,reaksi aircraft terhadap power adalah sedikit delay. Tidak seperti pesawat propeller yang sangat cepat dalam reaksi baik dalam power dan bank angel pesawat itu sendiri. Fokker 28 ini merupakan pesawat twin engine,produk dari 3 perusahaan eropa yaitu Fokker dari Belanda, MBB dan Fokker-VFW dari Jerman,serta Short Brother dari Inggris. Dalam proses produksinya,Fokker bertugas merakit dan mendesign bagian hidung pesawat,bagian dalam sayap dan badan pesawat tengah. Perusahaan Jerman bertugas mendesain dan membangun badan pesawat bagian depan,serta ekor pesawat. Short Brother sendiri mendesain dan merakit bagian luar pesawat. Perakitan Fokker 28 dilakukan di Bandara International Schipol,Amsterdam.

Garuda Indonesia salah satu airline yang paling banyak mengoperasikan Fokker 28 ini. Sejumlah 62 pesawat sejak tahun 1971 hingga April 2001 dioperasikan guna mencakup seluruh daerah Indonesia dalam 1hari. Pembelian oleh direktur Garuda pada waktu itu,Wiweko soepono dimulai tahun 1969-1970. Sejumlah 8 calon pilot,2 calon co-pilot serta seorang flight engineer dikirim ke Amsterdam untuk pelatihan. Pesawat Fokker 28 pertama untuk Garuda Indonesia (PK-GJZ) diterbangkan dari bandara Schipol,Amsterdam menyinggahi Teheran,Karachi,Kalkuta,Bangkok sampai dibandara udara Kemayoran,Jakarta 11 Agustus 1971 pukul 10 pagi.

13
Aug
10

Irma djohan

Ada satu orang CEO dari Bali International Flight Academy (BIFA) yang mungkin spesial dibandingkan CEO lainnya. Dikarenakan beliau memang lebih membaur atau dekat secara langsung dengan anak-anak BIFA. Beliau juga secara tidak langsung berjasa untuk menampung aspirasi anak-anak BIFA dalam memajukan fasilitas campus BIFA. Sebut saja lapangan basket,ruang fitnes,entertaiment di cafetaria plus tidak lupa swimming pool serta joglo untuk bersantai atau sekedar main pingpong (tenis meja). Walau mempunyai watak keras namun beliau lebih openmind dalam segala hal,karena itu juga anak-anak BIFA lebih gampang berkomunikasi langsung dengan beliau.

Yup beliau yang saya maksud adalah Irma Djohan. Anak kandung dari pengusaha terkenal Robby Djohan yang dahulunya pernah menjabat sebagai direktur utama PT. Garuda Indonesia. Lahir tanggal 11 Juni,berbekal kuliah jurusan banking di STEKPI berlanjut dengan jurusan Master Commerce in Finance di University of New South Wales. Langsung dipercaya untuk mengelolah BIFA untuk lebih maju. Posisi Irma Djohan adalah Chief Operating Officer di BIFA ini. Penggemar movie dan travelling ini,mempunyai favorit quote “being bitch has it advantages”. Wow ngeri sekali juga quotes nya.

Anyways,untuk anak-anak BIFA yang masih melaksanakan pendidikan di buleleng Bali,best suggest adalah jika anda menemui kendala atau ingin melampiaskan kreativitas anda di buleleng,mungkin orang ini tepat untuk anda temui. Tapi hati-hati,salah-salah anda komplain akan sesuatu,maka cap “cry baby” akan melekat pada diri anda. Hahaha. And last but not least,mogas is as safe as avgas. Hahay.

12
Aug
10

Boeing 737-800 NG

Hari ini tanggal 12 agustus, saya dan semua batch 2 BIFA mendapatkan brifing dari Garuda Indonesia. Bertempat di Garuda City Center,sebelah gedung GSO (Garuda Sentra Operation) pada pukul 9 pagi sampai 12 siang. Disitu kami di brifing tentang bagaimana gambarannya kelanjutan training kedepannya setelah kami menyelesaikan pendidikan di flying school. Kami pun tidak semua berasal dari batch 2 BIFA saja, kami mendapatkan tambahan 6 orang dari direct entry,jadi totalnya adalah 21 orang. Dari keenam orang tersebut ada yang berasal dari aeroflyer,bekas FO salah satu maskapai yang lain. Dari brifing,kami direncanakan untuk mengikuti training Boeing 737-800 NG. Karena itu brifing langsung dipimpin oleh chief boeing 738NG, bapak Agus pramono.

Senang juga akhirnya mendapatkan Boeing 738 NG untuk training. Memang ada banyak perbedaan antara boeing classic series (737-200 ; 737-300 ; 737-400) dan boeing new generation (737-800NG). Disamping tampilan dashboard cockpit,sampai panjang dimensi serta kegunaan antara Boeing classic dan Boeing New Generation. Untuk Boeing classic tampilan instrument flying nya masih ada beberapa yang menggunakan analog (jarum). Sedangkan untuk Boeing NG,tampilan untuk instrument flying hampir dari semuanya sudah menggunakan glasscockpit. Artinya hampir semua menggunakan data digital,hanya beberapa intrument flying saja yang masih menggunakan analog untuk back-up.

Dari segi kemampuan jelas Boeing NG lebih daripada Boeing Classic, dengan mampu menempuh sampai kecepatan 0.78 Mach/440 knot (815km/h) dibanding dengan Boeing classic yang hanya mampu sampai kecepatan 0.74/420 knot (780km/h). Untuk mesin,sama-sama menggunakan mesin turbofan antara 64,4 kN sampai 117,3 kN per mesin. Untuk Boeing NG,pesawat ini mampu menempuh jarak 3.060 mil laut atau sekitar 5670 km. Untuk Boeing classic,pesawat ini mampu menempuh jarak 3.050 mil laut atau sekitar 5650 km. Dan satu hal lagi yang berbeda adalah MTOW (Max Take-Off Weight) atau berat maksimal pesawat untuk take-off atau lepas landas. Untuk Boeing NG, Maksimal Take-Off Weight dari pesawat ini adalah 79.010 kg (174.200 lb).

Sekarang kita bahas dari segi dimensi pesawat,karena faktor ini yang dapat mempengaruhi aerodynamic pesawat,kapasitas penumpang,dan lain-lain. Untuk Boeing NG dimensi panjang pesawat ini adalah 39,5 m (129,5 kaki). Jarak dari ujung sayap kiri ke ujung sayap kanan: antara 28,3 m sampai 34,3 m (93,0 kaki – 112,6 kaki) (36 m untuk sayap lawi bagi -700, -800, -900). Untuk kapasitas penumpang Boeing secara keseluruhan mampu menampung 85 hingga 189 penumpang. Semua data-data ini saya ambil dari Wikipedia,jadi jika ada kesalahan data,mohon di maafkan karena saya sendiri masih awan untuk boeing NG. Konten dari artikel ini tidak lebih dari sekedar untuk sharing hal-hal mengenai Boeing 737-800 NG.