Posts Tagged ‘instrument flight

22
Jul
10

5 T (Turn,Twist,Talk,Time,Throttle)

Kemarin saya terbang instrument bersama Capt. M.hagen,instruktur ini sangat unik,dia punya hobby teriak-teriak di pesawat. Emang mungkin karena jarum batas kesabaran dia sedikit sekali. Sekali kesalahan maka niscaya anda akan mendapatkan suatu teriakan nan sumbang dari dia. Beberapa siswa tahan dengan dia,namun ada beberapa siswa juga sudah menyerah sama dia. Namun jika anda sebagai seorang siswa yang mendapatkan instruktur seperti ini,sangat diperlukan untuk segera berpikir positif. Yah perlu di akui pula,kemarin adalah kesalahan saya mengapa dia sampai teriak-teriak di dalam pesawat. Yup karena kebiasaan jelek saya yang tidak saya sadari selama saya terbang bersama Capt. Javier.

5T itu terpenting dalam terbang instrument (Turn,Twist,Time,Talk,Throttle). Oke saya ceritakan kesalahan saya. Pertama kami take off menggunakan RW 26. After 1500ft saya sudah blh turn left proced to SLO VOR for ILS approach. Namun yang saya lakukan adalah Twist OBS untuk track inbound VOR. Alhasil langsung “nyanyian” mem hagen berkumandang. Yang HARUS saya lakukan adalah TURN terlebih dahulu aircraft,tanpa mempedulikan radial. Setelah TURN baru Twist OBS ke station VOR and then TALK. Terdengar simple namun kenyataannya kita sering tidak urut dalam melakukannya.

Mengapa kita harus TURN terlebih dahulu baru Twist OBS,dikarenakan “hukum terbang” adalah AVIATE,NAVIGATE n COMMUNICATE. Artinya apapun yang terjadi, fly ur aircraft first lalu navigate (track ur position) dan setelah itu baru anda communicate (berbicara pada ATC). Hukum ini harus benar-benar di pahami bagi seorang pilot. Kita ingat kejadian Adam Air 462 yang jatuh dan hilang. Jika kita lihat videonya base on NatGeo,maka pilot sibuk untuk mengurusi Navigate daripada Aviate sehingga pesawat bank dan masuk pada unusual attitude,yang pada akhirnya musibah terjadi.

Oke saya sudah mengetahui salah saya dan yang terpenting saya harus belajar dari kesalahan saya terdahulu. Untuk instrument flight,maka Turn ur aircraft lalu Twist OBS untuk track inbound atau outbound,lalu Talk pada ATC (apakah anda sudah establish atau sedang approaching) dan Time (jika perlu pada saat approaching),Throttle hanya jika anda merasa anda sudah overspeed. Itu lah urutan dalam melakukan exercise instrument. Yah memang mengakui bahwa anda bego sangat sulit,tapi saya akui bahwa untuk 100jam terbang lebih saya masih belum paham benar tentang aturan instrument 5T dan “hukum terbang”. Tapi jika di ambil hikmahnya,jika saya tidak di “bego-begoin” atau tidak keluar “F” word dari hagen,mungkin saya masih punya kebiasaan jelek. Inget Pilot itu seperti Rinso (Nga kotor ya Ga belajar). Just don’t give up!

14
Jul
10

Instrument flying

Dalam 2minggu kedepan saya akan berada di solo untuk melaksanakan training instrument (instrument flight). Berbeda dengan flight sebelumnya,instrument flight ini dilakukan dengan bantuan chart. Dan yang terpenting dari instrument flight adalah 80% flight harus melihat instrument, 20% sisanya baru bisa melihat luar.

Instrument flight biasanya meliputi basic flight,airwork,SID (standart instrument departed), STAR (standart instrument arrival),holding pattern,dan approach. Smua itu dilakukan tanpa melihat luar alias kita diharuskan memakai hood. Hood adalah sejenis topi yang dipakai untuk mencegah siswa untuk melihat luar (visual).

Latihan instrument flight dimaksudkan untuk berlatih jika kita mengalami situasi IMC (instrument meteorological condition) atau pada saat kita terjebak dalam cuaca yang visibility atau jarak pandang yang jelek. Perlu diingat juga bahwa instrument flight atau IMC harus diputuskan sebelum flight. Bukan berarti anda bisa mengganti sesuka hati during flight.

Beberapa instrument yang paling utama (main) adalah AH (artificial horizon),instrument ini sangat membantu untuk straight and level,wings level dsb. Disamping itu juga ada Altimeter untuk mengetahui altitude kita dan tentu saja Airspeed. Untuk CPL requirment,intrument flight di Indonesia diharuskan 20jam dual (bersama instruktur).