Posts Tagged ‘instrument

31
Jul
10

Gile gw lulus …!!

Man,akhirnya saya lulus dari sekolah BIFA. Perjuangan selama 1tahun 1bulan berjuang di sekolahan ini,akhirnya terbayarkan sudah. Seminggu stress n galau tengah malam sudah hilang sekarang. Yup stress seminggu,dimulai dari cerita saya pindah instruktur M.hagen. Entah kenapa pada saat jam instrument ke 19,saya benar-benar tidak bisa berpikir apa-apa atau dalam istilahnya brainlock. Alhasil mem,membabi buta “bernyanyi” di pesawat. Saya paham sekarang,karena mungkin beliau under pressure jg. Mem mungkin ingin siswa bener-bener sudah siap untuk check ride. Setelah menghabiskan 1jam flight,mem bilang dia tidak akan merilis saya untuk checkride. Bagai disambar kilat saya mendengar omongannya. I loose my confident,saya pun juga penasaran apakah saya sebodoh itu.

The next day,she go back to jakarta to have a medical check. Sisa 1jam instrument saya dihabiskan oleh mantan instruktur saya Capt.javier. Setelah menghabiskan 1jam flight instrument,beliau pun bilang saya tidak ada masalah besar untuk checkride. Tidak ada major mistake,dan siap untuk check. Sedikit naik juga confident saya sehabis terbang bersama Capt.javier. Sehari sebelum checkride,mem masih ragu saya untuk maju check ride. Beliau pun mengingatkan jikalau saya tidak lulus,saya tidak perlu berkecil hati untuk terus berjuang. Yah wajar emang,jika menilik penerbangan terakhir saya bersama mem,tapi lumayan membuat hati ciut hahaha.

PK-ROAThe day has come,final exam CPL instrument hari ini digelar. Tgl 31 july 2010,tepat ulang tahun ibu saya. Untuk cheker,saya mendapatkan Capt.Daniel. Kebagian giliran terakhir. Bisa anda bayangkan bagaimana cemasnya,jika anda di cek giliran terakhir. Harap-harap cemas,nervous,tidak tenang hati. Plus tatapan mem yang khawatir saya tidak lulus. Semua campur aduk,entah jadi rasa apa itu. Akhirnya giliran saya tiba,takeoff dan melakukan CPL manoever,tidak ada yang crusial dengan menggunakan aircraft PK-ROA. Di akhiri oleh ILS approach,benar-benar tidak ada masalah untuk instrument approach. Semua berjalan lancar,entah kenapa confident saya naik setelah memegang yoke pesawat. Dan akhirnya saya mendapatkan untuk licence CPL and instrument flying.

Bersyukur kepada yang Maha Kuasa,bahwa saya bisa lalui semua ini. Cobaan dan tantangan seminggu ini terasa lepas. Tanpa tidak lupa untuk berterima kasih Capt.Javier untuk mengembalikan confident saya pasca terbang bersama mem. Saya berterima kasih kepada semuanya. Sekarang tinggal menatap untuk tantangan di Garuda Indonesia.

Advertisements
22
Jul
10

5 T (Turn,Twist,Talk,Time,Throttle)

Kemarin saya terbang instrument bersama Capt. M.hagen,instruktur ini sangat unik,dia punya hobby teriak-teriak di pesawat. Emang mungkin karena jarum batas kesabaran dia sedikit sekali. Sekali kesalahan maka niscaya anda akan mendapatkan suatu teriakan nan sumbang dari dia. Beberapa siswa tahan dengan dia,namun ada beberapa siswa juga sudah menyerah sama dia. Namun jika anda sebagai seorang siswa yang mendapatkan instruktur seperti ini,sangat diperlukan untuk segera berpikir positif. Yah perlu di akui pula,kemarin adalah kesalahan saya mengapa dia sampai teriak-teriak di dalam pesawat. Yup karena kebiasaan jelek saya yang tidak saya sadari selama saya terbang bersama Capt. Javier.

5T itu terpenting dalam terbang instrument (Turn,Twist,Time,Talk,Throttle). Oke saya ceritakan kesalahan saya. Pertama kami take off menggunakan RW 26. After 1500ft saya sudah blh turn left proced to SLO VOR for ILS approach. Namun yang saya lakukan adalah Twist OBS untuk track inbound VOR. Alhasil langsung “nyanyian” mem hagen berkumandang. Yang HARUS saya lakukan adalah TURN terlebih dahulu aircraft,tanpa mempedulikan radial. Setelah TURN baru Twist OBS ke station VOR and then TALK. Terdengar simple namun kenyataannya kita sering tidak urut dalam melakukannya.

Mengapa kita harus TURN terlebih dahulu baru Twist OBS,dikarenakan “hukum terbang” adalah AVIATE,NAVIGATE n COMMUNICATE. Artinya apapun yang terjadi, fly ur aircraft first lalu navigate (track ur position) dan setelah itu baru anda communicate (berbicara pada ATC). Hukum ini harus benar-benar di pahami bagi seorang pilot. Kita ingat kejadian Adam Air 462 yang jatuh dan hilang. Jika kita lihat videonya base on NatGeo,maka pilot sibuk untuk mengurusi Navigate daripada Aviate sehingga pesawat bank dan masuk pada unusual attitude,yang pada akhirnya musibah terjadi.

Oke saya sudah mengetahui salah saya dan yang terpenting saya harus belajar dari kesalahan saya terdahulu. Untuk instrument flight,maka Turn ur aircraft lalu Twist OBS untuk track inbound atau outbound,lalu Talk pada ATC (apakah anda sudah establish atau sedang approaching) dan Time (jika perlu pada saat approaching),Throttle hanya jika anda merasa anda sudah overspeed. Itu lah urutan dalam melakukan exercise instrument. Yah memang mengakui bahwa anda bego sangat sulit,tapi saya akui bahwa untuk 100jam terbang lebih saya masih belum paham benar tentang aturan instrument 5T dan “hukum terbang”. Tapi jika di ambil hikmahnya,jika saya tidak di “bego-begoin” atau tidak keluar “F” word dari hagen,mungkin saya masih punya kebiasaan jelek. Inget Pilot itu seperti Rinso (Nga kotor ya Ga belajar). Just don’t give up!

14
Jul
10

Instrument flying

Dalam 2minggu kedepan saya akan berada di solo untuk melaksanakan training instrument (instrument flight). Berbeda dengan flight sebelumnya,instrument flight ini dilakukan dengan bantuan chart. Dan yang terpenting dari instrument flight adalah 80% flight harus melihat instrument, 20% sisanya baru bisa melihat luar.

Instrument flight biasanya meliputi basic flight,airwork,SID (standart instrument departed), STAR (standart instrument arrival),holding pattern,dan approach. Smua itu dilakukan tanpa melihat luar alias kita diharuskan memakai hood. Hood adalah sejenis topi yang dipakai untuk mencegah siswa untuk melihat luar (visual).

Latihan instrument flight dimaksudkan untuk berlatih jika kita mengalami situasi IMC (instrument meteorological condition) atau pada saat kita terjebak dalam cuaca yang visibility atau jarak pandang yang jelek. Perlu diingat juga bahwa instrument flight atau IMC harus diputuskan sebelum flight. Bukan berarti anda bisa mengganti sesuka hati during flight.

Beberapa instrument yang paling utama (main) adalah AH (artificial horizon),instrument ini sangat membantu untuk straight and level,wings level dsb. Disamping itu juga ada Altimeter untuk mengetahui altitude kita dan tentu saja Airspeed. Untuk CPL requirment,intrument flight di Indonesia diharuskan 20jam dual (bersama instruktur).