Posts Tagged ‘simulator

15
Mar
11

Simulator Boeing 737-800NG

OKE …!! Sedikit lagi untuk sampai di impian sejak kecil saya yaitu Pe-ner-bang ! Tapi untuk itu kita masuk simulator dolo. Kalau di IPT (Intergrated Procedure Training) kita belajar tentang procedure aja tanpa ada handling maka disini kita memerlukan handling juga. Khususnya dalam take off dan landing atau pada saat N-1 (engine fail atau engine fire). Setiap Ab-initio mendapatkan 2 session FBS dan sisanya FFS serta 1session touch n go.

Untuk 2 session pertama yaitu FBS,saya di bantu oleh instruktur FO (flight officer) mas sukmagung. Beliau sudah cukup lama menjadi FO dan sekarang beliau membantu saya dan pairing untuk meniliti lebih lanjut dimana letak kekurangan saya dan pairingan saya. Dimulai dengan normal procedure biasa,setting panel dan instrument. Sungguh luar biasa senangnya walau cuma dalam simulator,karena semua panel dan control hampir sama dengan asli pesawat boeing 737-800NG

Untuk giliran pertama saya menjadi pilot flying dan pairing saya henra galih menjadi pilot monitoring. Berbeda dengan IPT session,disini pilot monitoring lebih banyak kerjanya,karena pada sesi ini pilot flying “benar-benar” konsentrasi pada aircraft control. Jadi untuk pilot monitoring bertugas untuk mensupport pilot flying apa yang dia butuhkan. Untuk malfunction nya kita diberi untuk yang namanya cabin altitude warning atau aircraft decompression yang artinya aircraft kehilangan tekanan dalam cabin.

Baik pilot monitoring maupun pilot flying pada kondisi seperti itu maka mereka langsung melakukan semua memory item . Untuk aircraft decompression baik pilot flying dan monitoring mempunyai duty atau tugas yang berbeda,namun karena kita belum pernah melatih kondisi dan malfunction ini maka yah hasilnya pun panik 😀 . Oh ya untuk sesi ini kita juga di haruskan untuk landing. Wuah hebatnya mencoba untuk landing boeing 737-800NG.

Advertisements
28
Oct
10

Simulator Boeing 737-Classic

Dimulai dari tanggal 27 Oktober 2010 dini hari (00.00wib) saya bersama pasangan tandem saya Nanette vega mengikuti simulator untuk Boeing Classic di GITC (Garuda Training Center). Selama kurang lebih 6 jam bersama instruktur Capt. Agus pramono (chief boeing NG) kami simulator untuk automasi pesawat. Automasi pesawat adalah cara menerbangkan pesawat dengan berbantu komputerisasi,untuk meminimalisasi workload dari penerbang. Untuk itu diperlukan flight plan yang sempurna. Dimulai dari pesawat masih di ground (darat),maka kita mulai mengisi CDU (computer database unit) dengan airfield dimana kita berada diteruskan dengan airfield tujuan, waypoint, weight, altitude, sampai berapa banyak kita membawa fuel dalam pesawat. Dengan sendirinya pesawat akan mengikuti sesuai waypoint yang dimasukan CDU tersebut.

Untuk memudahkan pilot,pesawat juga dilengkapi MCP (mode control panel) dimana control panel ini,memudahkan pilot untuk mengganti heading pesawat,merubah altitude dan mesetting trhottle tanpa menggunakan control colom selama berada di atas. MCP ini berada pada dashboard dari pesawat atau berada di depan persis pilot sehingga memudahkan pilot untuk pengoperasiannya. MCP dan data flight di CDU (yang kita masukan pada saat di ground) harus sinkron. Dalam artian perintah MCP dapat mengkover data di CDU dalam hal heading,altitude,speed. Begitu pula CDU dapat juga mengkover perintah MCP. Keduanya bekerja saling berkolerasi karena itu pilot seharusnya lebih sering memonitoring dan sinkronisasi antara CDU dan MCP.

Dimulai dengan pelajaran mengisi FMS di CDU,penerbangan simulasi dari surabaya menuju cengkareng. Dalam hal ini Capt. Agus duduk disebelah kanan,saya dan vega bergantian duduk disebelah kiri. Dalam cruising ke cengkareng,kami diharuskan mensetting altitude,speed,heading dengan menggunakan MCP. Kami pun juga diharuskan untuk belajar memaintain pesawat secara manual dengan bantuan flight director. Flight director ini yang membantu pilot untuk maintain pesawat secara manual. Tidak lupa Capt. Agus meminta kita untuk melakukan steep turn. Hal yang tidak biasa bukan untuk pesawat boeing steep turn 45 degree. Akhirnya jam 05.00wib tanggal 28Oktober 2010 saya dan vega telah menyelesaikan simulator boeing classic. Selanjutnya belajar non-type.

20
Sep
10

Fokker – 28

Selesai sudah saya menyelesaikan simulator Fokker-28 yang merupakan salah satu proses bridging (jembatan) antara pesawat propeller dan jet engine. Bertempat di GITC (Garuda Indonesia Training Center),simulator berlangsung selama 6 jam terdiri dari 1jam pre brifing 4jam simulator (bergantian dengan tandem) dan 1jam post brifing. Kebetulan saya tandem dengan nanette vega untuk simulator ini. Simulator terdiri dari 5 sesi. Sesi pertama merupakan perkenalan ttg pesawat,belajar handling pesawat. Sesi kedua adalah normal take off,airwork (steep turn) dilanjut dengan sesi 3 sampai 5 melakukan SID Juanda,approach dan engine failure.

Perbedaan mendasar dari pesawat jet engine dan pesawat propeller adalah power dan reaksi dari pesawat itu sendiri. Dalam jet engine,reaksi aircraft terhadap power adalah sedikit delay. Tidak seperti pesawat propeller yang sangat cepat dalam reaksi baik dalam power dan bank angel pesawat itu sendiri. Fokker 28 ini merupakan pesawat twin engine,produk dari 3 perusahaan eropa yaitu Fokker dari Belanda, MBB dan Fokker-VFW dari Jerman,serta Short Brother dari Inggris. Dalam proses produksinya,Fokker bertugas merakit dan mendesign bagian hidung pesawat,bagian dalam sayap dan badan pesawat tengah. Perusahaan Jerman bertugas mendesain dan membangun badan pesawat bagian depan,serta ekor pesawat. Short Brother sendiri mendesain dan merakit bagian luar pesawat. Perakitan Fokker 28 dilakukan di Bandara International Schipol,Amsterdam.

Garuda Indonesia salah satu airline yang paling banyak mengoperasikan Fokker 28 ini. Sejumlah 62 pesawat sejak tahun 1971 hingga April 2001 dioperasikan guna mencakup seluruh daerah Indonesia dalam 1hari. Pembelian oleh direktur Garuda pada waktu itu,Wiweko soepono dimulai tahun 1969-1970. Sejumlah 8 calon pilot,2 calon co-pilot serta seorang flight engineer dikirim ke Amsterdam untuk pelatihan. Pesawat Fokker 28 pertama untuk Garuda Indonesia (PK-GJZ) diterbangkan dari bandara Schipol,Amsterdam menyinggahi Teheran,Karachi,Kalkuta,Bangkok sampai dibandara udara Kemayoran,Jakarta 11 Agustus 1971 pukul 10 pagi.